Malam ini hanyalah malam biasa yang selalu melewati hariku. Seperti malam malam sebelumnya. Aku bertahan dalam dinginnya malam yang seakan menyelimutiku. Aku memikirkanmu lagi. Aku memikirkanmu dengan gigi gigiku yang berketuk satu sama lain. Aku menahan dingin. Selama kamu tak ada, beginilah aku.
Dingin malam ini lebih dingin dari malam sebelumnya, Dulu sewaktu ada kamu dimalamku. Aku selalu tenang, Aku selalu merasa terselimuti oleh harapan yang kau buat untukku. Sekarang semua berbeda. Kamu tak lagi disampingku. Kamu tidak lagi menyelimutiku dengan kasihmu yang selalu membuat ku hangat. Kamu tidak lagi berada disini, disisiku.
Aku rindu malam bersamamu. Malam yang tak pernah membuatku jera untuk selalu menyayangimu. Malam yang terasa hangat bersamamu. Malam yang gak akan pernah aku lupa dalam hidupku. Apa malammu sama denganku? Atau malah malammu kali ini lebih hangat dengan adanya teman barumu?
Aku mulai merasa aneh. Mataku mulai basah karnamu. Sungguh tidak wajar! Aku ini lelaki. Seharusnya aku bisa menahan air mata ini. Seharusnya aku bisa menahan emosiku akan dirimu. Kenapa denganku? Kenapa dengan mata ini?
Dalam hati aku berteriak. Dalam hati aku meneriakan namamu. Mungkin kamu mendengarnya? Atau mungkin malah tidak kamu menggubris panggilanku yang selalu bergema diruang hatimu tiap malam saat mengingatku? Atau jangan jangan kamu melupakanku?
Ini hanya sebuah curhatan kecil yang aku tulis karena aku merindumu.
0 comments:
Post a Comment