Monday, May 1, 2023 | By: bahtiar bimo w

kehilangan.

 seperti yang telah dunia berikan kepadamu, aku ikut memberi seluruhku hanya untukmu, 


pagi itu, aku terbangun dengan harapan bahwa hari ini akan lebih baik dari sebelumnya, namun ternyata harapan itu hanya harapan yg harus ku pendam, tiada hari tanpa sesak, setiap hari ku jalani dengan sakit dan penuh harap kapan hidup ini akan selesai.

ku temui, mataku basah karena air mata diam diam datang. terpaksa ku tutup pintu dan ku matikan lampu kamar. sembari menahan suara tangis, ku dengarkan lagu yang malah membuatku makin tersedu sedu. apa yang salah dengan diriku hingga seperti ini?

hari itu, kuputuskan untuk pergi keluar dari kamarku. sekiranya pergi dari kamar yang menyesakkan itu akan membuat hatiku lebih lega dan tenang. ku sambangi tempat kopi favoritku, lalu memesan kopi yang biasa aku pesan. di sudut tempat kopi, aku duduk termenung. membakar sebatang rokok sembari menunggu kopi yang ku pesan datang. 

diriku yang sedang resah, gelisah, sungguh pantas mendapatkan kesendirian ini. karena kepalaku adalah tempat paling berisik, maka ku harap asap rokok yang ku hisap, dapat ku hembuskan bersama segala keresahanku.

rasanya makin dewasa kita dituntut untuk menjadi kuat dalam beberapa hal, atau mungkin dalam setiap hal. entahlah rasanya dunia yang ku harap selalu menyenangkan menjadi hilang dan tidak pernah menyenangkan sama sekali

0 comments:

Post a Comment