Knock knock! Who is there? Skan is here.
Malam ini, aku menyempatkan waktuku untuk menulis ini. Tulisan yang entah akan dibaca olehmu atau tidak. Banyak bintang di langit malam ini. Bulan bersinar terang layaknya dirimu saat dimimpiku. Mimpi yang aku sendiri pun tak tau. Mimpi yang selalu menjelaskan tentang mu yang sudah aku tau.
Di meja ini aku biasa menulis. Di kursi ini aku biasa duduk sambil menenangkan hatiku yang mungkin lelah karna mu. Disinilah aku menulis semua tentang mu. Aku tak tau harus mulai dari mana. Aku dibuat bingung oleh buku buku ku yg bertebaran dimana mana. Aku merasa diriku tertarik untuk memegang handphone dan menulis namamu di sana. Di kolom penerima pesan. Setelah aku ingat, aku pun mengurungkan niat ku. Iyaaaa, aku ngga punya nomor mu.
Setelah semua yang kita lewati. Aku sadar, aku menyayangimu. Aku menyayangimu dengan tulus. Kamu perlu bukti? Ngga usah. Aku sudah buktikan kok. Tinggal kamu aja yang menanggapi, apakah itu sayang atau bukan. Aku juga sadar, kita hanya teman. Teman yang saling berbagi, bercanda, tertawa, bahkan sedih. Sahabat? Sebenarnya ini bisa dibilang sahabat. Tapi apa kamu tau? Sahabat itu ngga bakal ninggalin sahabatnnya sendiri! Sahabat itu selalu disampingmu, walau dia berada dilain tempat! Sahabat itu saling peduli! Kamu tau itu kan?
Sudah lumayan lama mungkin bagiku semenjak kau menjauhiku. Kau menjauhiku dengan mudah. Bahkan untuk tidak memberimu kabar saja itu akan sangat sulit bagi ku. Kalau dihitung hitung, Malam yang kita lewati bersama itu banyak yah. Malam malam yang penuh keceriaan, malam malam yang penuh dengan cerita cerita disekolah, malam malam yang sangat amat bising dengan tawa kita di telepon genggam ini. Malam yang sangat aku rindukan. Sangat aku rindukan!
Aku berharap bisa menghabiskan waktu dengan mu lagi. Seharian, mengobrol ini itu, menertawakan ini itu lagi denganmu. Muka serius yang terpancar dari wajahmu selalu membuatmu berbeda dengan mereka. Bibirmu yang jarang sekali tersenyum. Aku selalu ingin melindungimu di dalam peluk ku. Aku hanya ingin memastikan. Sahabatku, Jangan ganggu dia!
Malam yang indah ini adalah malam terakhir penantianmu selama satu tahun. Aku selalu ingin melihat mu tumbuh dewasa, Dengan segala sifat kekanak kanakan mu yang mungkin akan kau lepaskan besok. Usia mu bisa dibilang remaja sekarang. Harapanku besok. Semoga kamu panjang umur dan lebih dewasa. Aku mengharapkan banyak hal padamu. Yang memang butuh waktu lama untuk menyebutkannya satu persatu. Dan semoga apa yang kamu cita citakan tercapai!
Happy birthday, Tink. Do you know? even if we try to forget, love will remember.
0 comments:
Post a Comment