Aku duduk terdiam. Merenungkan semua kenangan yang menyangkut tentang dirimu. Aku mencoba mengingat satu persatu kenangan, lalu mencoba mengulang kembali dalam angan. Kadang aku berfikir, kenapa aku tak bisa mengulang bersamamu kembali? Kenapa harus dalam angan yang mungkin nanti akan menyakiti?
Aku mulai menyeruput kopi panasku yang barusan kubuat dalam segelas cangkir. Rasanya pahit. Aku lupa, ini kopi tanpa gula. Sejenak aku kembali berfikir. Ternyata hidupku seperti kopi. terperangkap dalam gelas dan rasanya pahit. Aku ingat, Hidupku tanpa dirimu.
Malam ini, Aku menengok ke langit - langit kamarku. Aku melihat disana ada wajahmu. Tersenyum diantara debu yang menghalangiku. Rasanya aku ingin membersihkan debu itu. Tapi aku tau, jika aku menghapusnya akupun akan menghapus dirimu. Aku menatapmu lekat, Disana kamu tampak bahagia. Apa itu benar? Apa yang aku lihat ini benar? Dan seketika kamu menghilang dari sana.
Aku berfikir lagi. Kenapa waktu itu kamu pergi tinggalkanku? Meninggalkan berjuta kenangan berat yang aku sendiri tak sanggup membawanya. Meninggalkan beribu air mata yang aku pun tak sanggup membendungnya. Kenapa?
Apa karena aku tak sempurna seperti yang kamu mau? Asal kau tahu. Aku menyayangimu.
0 comments:
Post a Comment