Friday, March 28, 2014 | By: bahtiar bimo w

Mengenai menunggu(LAGI)

Hai. Apa kabar?

Menunggu. Mengenai hal ini, sekarang aku gak bisa bicara apa apa. Menunggu buatku buta. Aku gak bisa melihat cahaya lagi karna ditutupi oleh remangnya matamu. Aku selalu mencoba untuk menunggu mu diantara perih nya hati yg kelak ingin aku sudahi. Aku selalu ingin berlari, meninggalkan mu dan berharap dirimu menangis dan meronta ronta agar aku kembali. Tapi nyatanya? Dirimu hanya diam di belakang punggungku.

Kali ini aku benar benar lelah. Karna kamu buat aku menunggu(lagi). Yang gak aku ngerti, kenapa aku mau bertahan dalam kesengsaraan ini. Kenapa bisa bisanya aku menunggu sesuatu yg jelas jelas tak pantas buat ditunggu. Kenapa selama ini aku hanya diam? Melihatmu yg selalu tertawa karna jokes yang aku buat tanpa memperhatikan mataku yg sedikit lagi menumpahkan isi. Kenapa?

Kamu sudah bersamanya,  apa peranku selama ini belum jelas untukmu? Apa aku harus menjelaskan alasan untuk apa aku bertahan dalam kebosanan ini? Jadi kamu belum ngerti aku ini apa? Aku ini orang yg terus menunggumu sampai film ini selesai, dan tak ada bahagia untuk ini. Disini pun aku baru sadar, kalau ternyata peran utama yg selalu aku mau bukan aku. Disini kamu harusnya tau, hidup diantara tangisan, berjalan diantara pecahan beling, berbaring diatas kepedihan, berlari diantara mimpi mimpi yg ternyata memang benar mimpi, Itu tuh bukan sekedar sakit, Tapi mati.

Menunggu seakan akan sudah menjadi asupan sehari hari untuk ku. Tentu saja aku terima, Tanpa asupan aku bisa mati.

Bicara soal pengorbanan, aku gak peduli tentang ini. Untuk apa aku mengunkit semua pengorbanan ku untukmu kalau akhirnya tetap saja buat ku menunggu. Semua semata mata agar kamu melihatku. Untuk apa aku berkorban lagi kalau akhirnya tetap saja buat aku menunggu. Lalu? Untuk apa aku menunggu kalau akhirnya akan sia sia.



0 comments:

Post a Comment