Saturday, March 29, 2014 | By: bahtiar bimo w

Untukmu, Perempuan yg aku sukai.

Sakit ini kembali terulang, Dari kejauhan aku hanya bisa menatapmu. Dengan tatapan kosong aku bertanya tanya, " Apa cuma sampai sini?". Oke, aku tau ini telah berakhir. Tapi entah bagian tubuh mana yang masih belum bisa merelakanmu. Sekarang pasrah dan terima keadaan sajalah.

Aku mencoba melupakanmu. Aku mencoba menyukai wanita lain, dan aku berhasil. Aku mulai mendekat, perlahan lahan tapi pasti. Entah kali ini memang benar benar pasti atau hanya sebagian mimpi mimpi yang akan hancur. Yang aku tanyakan sekarang ini adalah "Apa aku bisa menyayanginya?"

Sekarang aku sendiri, berjalan diantara hiruk pikuknya Mall di Tangerang. Aku selalu memperhatikan orang - orang didepanku. Mereka hanya diam tanpa kata dan sesekali tersenyum seakan mengisyaratkan sesuatu. Sama seperti ku, yang hanya bisa diam, tersenyum, menatapmu dan berkata " Aku menyukaimu" dalam hati.

Dunia ini tampak remang. Ini mata ku atau lampu disini memang remang? Bahkan kadang aku gak bisa melihat apapun. Semua begitu gelap, sampai sorotan itu menatapku dan ternyata kamu. Aku yang hanya bisa bengong melihat mu dari jarak kurang lebih 1 meter ini nampak gugup. Rasanya ingin aku buang tas yg kubawa dan bergegas lari ke toilet. Tapi nyatanya, berpaling adalah pilihanku. Pilihan yg gak sama sekali aku harapkan pada pandangan ini. Sialnya, aku menyianyiakan kesempatan ini.

Pertanyaan ku selanjutnya adalah "Apa kali ini aku bisa memilikimu?". Suatu pertanyaan yg selalu terbolak balik dipikiranku ini tak pernah mau mengalah. Seakan akan berteriak "Maukah kamu menjadi pacarku?". Oke, ini cukup. Aku memang tipe orang yg senang berkhayal dengan mimpi mimpi ku. Terkadang khayalanku ini terlalu tinggi. Yaaa itu karena memang mimpiku sangat tinggi. Iya, mimpiku itu memilikimu seutuhnya.

Dan ini adalah pertanyaan yang paling penting! Ini pertanyaan simple dan juga mempunyai jawaban yg simple. Tapi sayang nya untuk mendapatkan jawaban yg simple ini gak akan bisa semudah membalikan telapak tangan. Aku harus bisa meyakinkanmu. Jadi pertanyaannya adalah "Apa kamu juga memiliki perasaan yg sama sepertiku?"

Untukmu, Perempuan yang punya jawaban dari semua ini.

0 comments:

Post a Comment