Hai,
Kali ini aku merindukanmu. Aku tak tahan dengan perasaan ini. Ini menyakitiku, sama saat terakhir kali kau memutuskan untuk mengakhiri semua.
Gelap menghilang karna pagi membawanya. Seperti kau yg menghilang membawa semua kasihmu yg seharusnya milik ku. Hujan turun menyakiti semut semur yg ada dibawahnya, Seperti kau yg perlahan menyakitiku. Aku mencoba menerima, aku mencoba untuk tak apa. Andai saja kau tau begitu sulitnya mengabaikan perasaan sakit ini. Andai saja kau masih disamping lelaki lemah ini, lelaki ini pasti akan begitu kuat. Andai saja kita bisa kembali bersama, pasti akan sangat menyenangkan.
Aku mulai menatap galaksi. Begitu banyak bintang disana. Tapi mengapa kali ini hanya sedikit sekali yg memunculkan dirinya? Apa mereka enggan melihat lelaki ini. Lelaki yg begitu bodoh untuk bertahan dalam sakitnya cinta. Kau diam bintang, kau tak tau apa apa tentang ku ataupun hidupku. Aku memang bertahan dalam kubangan rasa sakit ini. Aku tak berfikir untuk pergi karna aku ingin belajar. Tapi kadang alasan seperti itu tidak selalu bisa diterima oleh hati. Aku takut untuk meninggalkanmu. Aku tak terbiasa tanpamu. Rasanya seperti tak bisa bernapas jika di hati ini tiadamu. Tapi kadang, aku pernah berfikir ingin meninggalkanmu, tapi itu emosiku. Aku tak ingin ikuti emosiku. Aku ingin semua berjalan karna hatiku. Aku hanya mengikuti skenario yang diberikan Tuhan untuk ku. Aku menerimanya meskipun didalamnya ada bagian saat kamu meninggalkanku. Aku berfikir Tuhan begitu jahat padaku, Dia mengambil apa yg sangat aku sayangi. Tapi semakin kesini aku menyadari, Bahwa sebelum menjadi milik ku, kau milik Nya.
Langit mendung, Seperti mata ini yg tak terbendung menahan tangis. Bagaimana aku bisa bicara bertatap muka denganmu. Bagaimana caranya aku bisa lepas dari rasa sakitku jika tiada obat yg biasa kusebut kamu.
Lonceng bertingkah sebagai mestinya, membangunkanku dari tidurku. Yang bahkan begitu sakit seperti nyataku. Mimpi yang begitu nyata. Semua ini bisa membunuhku, jika setiap saat saja ada kamu difikiranku. Bersama kata kata itu yg selalu terngiang di dalam kepalaku. Oh Tuhan, Tolong aku. berikan aku peran baru lagi Tuhan. Biarkan aku dan dia dalam satu lagi permainan yang indah Tuhan. Kau pembuat skenario terhebat. Kabulkanlah doa ku ya Tuhan. Aamiin.
Dengan air yang tak siapapun bisa menghentikannya, aku menulis ini.
0 comments:
Post a Comment