TO MY PRECIOUS TINKERBELL:
Hey, aku gatau apa yang membuat ku menuliskan ini. Aku sedang tak sadar. Tapi sekarang aku sadar bahwa gak semua hubungan bisa berlanjut menjadi yg kita inginkan. Aku mulai mengerti alasanmu. Aku mulai mencerna semua kata katamu dan sekarang aku ingat bahwa sesuatu yg selalu disisimu belum tentu menjadi milikmu.
Aku mencoba mengingat kembali saat kamu berada disisiku. Aku mencoba mengolah kembali perasaanku untukmu. Dan sekarang, aku belajar untuk tidak mencintaimu. Tentu saja aku merindukanmu, mana mungkin setelah sekian lama kita tak bicara aku tak merindukanmu. Kalau aku bilang tidak, berarti aku bohong. Kalau kamu bagaimana?
Aku ingin meminta maaf setelah apa yg kulakukan untukmu. Aku ingin meminta maaf soal kalimat kalimat yg menusuk hati itu. Aku ingin memberitahumu kalau cinta membutakanku. Karna memang benar kali ini aku mencintaimu dan ingin memilikimu. Setelah sekian lama aku menunggumu, aku berfikir bahwa waktu itu waktu yg tepat untuk ku memberi tahumu semua perasaanku. Tapi ternyata salah, aku malah menyakitimu. Aku minta maaf.
Huh, Tak apa jika kamu tidak menginginkanku. Aku memang terlalu terobsesi denganmu, tapi sesungguhnya dibalik semua ini aku sangat menyayangimu. Aku gak bisa ngeliat kamu nangis. Aku juga gabisa ngeliat kamu disakiti untuk kesekian kalinya. Aku gak tega! Aku ingin menjagamu! Bukan apa apa, Tapi ini semua buat kamu. Kapan kamu sadar bahwa aku satu satunya yg bisa mencintaimu secara utuh? Tapi untuk apa aku menanyakan kapan kalau semua ini sudah terlewat. Sekali lagi, aku minta maaf.
Rasanya baru kemarin kita dipertemukan kembali dan sekarang? Kita sudah sendiri sendiri. Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu disisiku? Kenapa cinta membuatku menunggu lagi dan lagi kalau akhirnya aku tak bisa mencintaimu lagi?
Semoga kamu menerima permintaan maafku. Maaf jika aku tak lgsung bicara padamu, Itu karna aku tak ingin melihatmu menangis lagi, Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu
SKAN.
0 comments:
Post a Comment