Kau adalah apa yang selalu aku tulis sedangkan aku
adalah apa yang selalu kau lewatkan. Hebatnya lagi, aku adalah manusia penyedia
waktu untuk menemanimu sedangkan kau adalah manusia yang ku harapkan waktunya. Rasanya
ingin sekali diskusi berdua denganmu lagi tapi dengan kopi dan puisi puisi
kita. Aku mencintai matamu tiap kau bicara, aku mencintai setiap senyumanmu
ketika kau menggubris bicaraku yang asal waktu itu. Seandainya kamu masih
bersamaku saat ini, aku ingin mengajakmu minum kopi yang kau benci itu. Kau tidak
akan pernah bisa membenci kopi jika kau belum tau apa yang ada di dalamnya. Kau
tidak pernah setuju pada kopi yang ku minum, katamu tidak baik bagi kesehatan. Tapi
buktinya, aku masih sehat sehat saja bersama kopi. Dan tanpamu.
Aku memang mencintamu, tapi aku juga cinta pada
kopi. Kau melarangku mencintai kopi dulu, aku mengalah. Dan sekarang? Kopi yang
tetap bertahan, kau pergi. Agak aneh memang jika harus bertahan untuk
mencintaimu, karena kamu sudah mencintainya sekarang. Aku bertahan dalam
deritaku dan bahagiamu dengannya. Raut senyumku ku bangun di atas air mata ku
dan canda tawamu. Rasanya seperti, aku memang benar benar membutuhkanmu.
Hari ini benar benar merepotkan. Aku harus mencari
kemeja baru untuk keperluan kegiatan pada hari sabtu. Tapi karena ini, aku bisa
minum kopi di salah satu kedai kopi didekat mall tempat aku mencari
keperluanku. Tempatnya enak, lagunya enak, kopinya? Udah pasti. Sungguh, aku
suka dengan kedai kopi yang tidak terlalu terang. Seperti dengan nuansa kayu
dan hitam serta lampu neon kuning yang membuat suasana menjadi remang remang. Aku
suka kedai seperti itu. Dan aku lebih suka jika kau mau datang denganku ke
kedai kopi untuk minum kopi bersama. Tapi itu tidak mungkin.
Aku mencintai puisi dan kopi, serta kopi yang
diminum saat aku membaca puisi, atau puisi yang aku tulis bersamaan dengan
waktu minum kopi. Seperti puisi yang pernah aku tulis bahwa kopi dan puisi adalah
hal yang saling bersinergi, itu nyata. Ada kenikmatan saat kau meneguk tegukan
pertama kopimu dengan membaca puisi dan keringanan kata dan keindahan makna
saat kau membaca puisi mu sembari meminum kopi.
0 comments:
Post a Comment