Mau Sampai Kapan?
Tangan ku sedang menggenggam satu kenangan
Dan tangan yang satu lagi bersiap menghantam kenangan tersebut
Sedangkan aku sibuk dengan dirimu yang tak juga jadi milikku
Satu diantara dua kopi yang ku pesan sudah hilang
Setelah ku cari, rupa rupa nya aku telah meminumnya
Aku duduk tepat di samping tiang
tembok yang kokoh
Di tembok itu tertulis, jangan lupa jaga kesehatan
Kemudian kamu datang lagi dengan bentuk kenangan
Kemudian aku tampar lagi kamu sampai terjerembab dalam genangan
Kemudian kamu datang terus dan terus
Kemudian aku tampar kamu lagi dan lagi
Mau sampai kapan?
Sampai kopi kedua hilang juga.
0 comments:
Post a Comment